Minggu, 25 Mei 2014

Asuhan Keperawatan Lansia


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Masa Lansia sering dimaknai sebagai masa kemunduran, terutama pada keberfungsian fungsi-fungsi fisik dan psikologis. Selain itu penyebab kemunduran fisik ini merupakan suatu perubahan pada sel-sel tubuh bukan karena penyakit khusus tetapi karena proses menua.[1][1] Kemunduran dapat juga mempunyai penyebab psikologis. Sikap tidak senang terhadap diri sendiri, orang lain, pekerjaan dan penghidupan pada umumnya dapat menuju kepada keadaan uzur, karena terjadi perubahan pada lapisan otak, akibatnya, orang menurun secara fisik dan mental dan mungkin akan segera mati.
Masa lansia bisa jadi juga disertai dengan berbagai penyakit yang menyerang dan menggerogoti kehidupan lansia sekalipun tidak semua lansia adalah berpenyakit, tapi kebanyakan lansia rentan terhadap penyakit-penyakit tertentu akibat kondisi organ-organ tubuh yang telah Aus atau mengalami kemunduran juga fungsi imun (kekebalan tubuh) yang juga menurun. Masalah-masalah lain seperti kemundurun dari aspek sosial ekonomi. Secara ekonomi, lansia merupakan masa pensiun, produktivitas menurun, otomatis penghasilan juga berkurang bahkan bisa jadi nihil. Yang menyebabkan lansia menjadi tergantung atau mengaantungkan diri pada orang lain seperti anak atau keluarga yang lain.
Kemunduran dari segi sosial ditandai dengan kehilangan jabatan atau posisi tertentu dalam sebuah organisasi atau masyarakat, yang telah menempatkan dirinya sebagi individu dengan status terhormat, dihargai, memiliki pengaruh, dan didengarkan pendapatnya. Sekalipun mengalami kemunduran pada beberapa aspek kehidupannya, bukan berarti lansia tidak bisa menikmati kehidupannya. Lansia pasti memiliki potensi yang bisa dimanfaatkan untuk mengisi hari-harinya dengan hal-hal yang bermanfaat dan
B.     Rumusan Masalah
·         Apakah yang dimaksud dengan Lansia?
·         Bagaimanakah Perawatan yang diberikan pada lansia?
·         Bagaimana perkembangan yang terjadi pada Lansia?
·         Bagaimanakah peenampilanfisik pada lansia?
·         Adakah penurunan fungsi pada lansia?
·         Apa saja nutrisi yang dibutuhkan lansia?
·         Bagaimanakah asuhan keperawatan yang diberikan pada lansia?
C.     Tujuan
·         Untuk mengetahui pengertian Lansia
·         Untuk mengetahui Perawatan yang diberikan pada lansia
·         Untuk mengetahui perkembangan yang terjadi pada Lansia
·         Untuk mengetahui peenampilanfisik pada lansia
·         Untuk mengetahui penurunan fungsi pada lansia
·         Untuk mengetahui nutrisi yang dibutuhkan lansia
·         Untuk mengetahui asuhan keperawatan yang diberikan pada lansia



















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Definisi
Perkembangan adalah serangkaian perubahan progresif yang terjadi akibat proses kematangan dan pengalaman, perkembangan berarti perubahan kualitatif, berarti perkembangan  bukan sekedar perubahan beberapa centimeter tinggi badan seseorang atau peningkatan kemampuan seseorang melainkan suatu proses integrasi dan banyak stuktur dan fungsi yang komplek.
Dalam proses perkembangan perubahan- perubahan prilaku menurut tingkat usia sebagai masalah antisiden (gejala yang mendahului dan konsekensinya). Pada dasarnya ada dua proses perkembangan yang saling bertentangan yang terjadi secara serampak selama kehidupan, yaitu pertumbuhan dalam kemunduran keduanya mulai dari kemunduran sampai dengan berakhir dengan kematian.
Lanjut usia merupakan periode di mana seorang individu telah mencapai kemasakan dalam proses kehidupan, serta telah menunjukan kemunduran fungsi organ tubuh sejalan dengan waktu, tahapan ini dapat mulai dari usia 60 tahun sampai meninggal.
Meskipun seseorang masih kuat dalam fisiknya ataupun bisa bekerja untuk mencari nafkah bila ia sudah berumur 60 tahun maka orang tersebut dinamakan orang yang lanjut usia. Bila melihat pengertian ini maka masa lanjut usia bukan didasarkan karena ketidakmampuan dalam bekerja ataupun berkurangnya atau menurunnya kondisi fisik seseorang yang tua, tapi dilihat atas dasar kronologi usia. Meskipun orang yang lanjut usia mayoritas mengalami penurunan kondisi fisik (kesehatan) karena penuaan.

B.     Teori Proses Menjadi Tua
Penuaan  merupakan proses dediffensiasi (de-growth) dari sel, yaitu proses terjadinya perubahan anatomi maupun penurunan fungsi dari sel.  Ada banyak teori yang menjelaskan masalah penuaan,antara lain :
1.      Teori Radikal Bebas (Free Radical Theory)
Menurut teori ini sel-sel dalam tubuh dirusak oleh serangan yang terus menerus dari partikel kimia oksigen radikal bebas, yaitu Molekul Oksigen yang memiliki 1 (satu) atau lebih elektron, yang tidak  berpasangan, sehingga sangat radikal dan reaktif. Akibatnya sel-sel menjadi rusak sehingga jaringan pembentuk organ pun menjadi rusak, dan dari situlah bermunculan bermacam macam penyakit, akibat kemunduran fungsi organ yang dikenal dengan penyakit Degeneratif. Adapun sumber radikal bebas dari faktor Internal atau bersumber dari dalam diri individu sendiri antara lain: Stress, depresi, demas, radang dan luka, lelah berlebihan kerja dan olah raga yang berlebihan dan juga metabolisme normal dalam tubuh. Sedangkan faktor external radikal bebas antara lain: Polusi baik dari asap pabrik atau rokok yang dihirup, juga dari obat-obatan, kemoterapi,  pestisida, insextisida, herbisida,  makanan, Sinar-X  atau rontgen, bakteri, virus dll. Akibat serangan dari radikal bebas ini menyebabkaan berbagai penyakit antara lain:  Diabetes, stroke, gagal ginjal, rematik, kanker, sakit jantung, problema kulit, Dan masih   banyak yang lainya
2.      Teori  Pakai dan Rusak (Wear and Tear Theory)
Menurut teori ini tubuh dan sel-selnya akan rusak karena banyak terpakai dan digunakan secara terus menerus dan berlebihan sepanjang hidup akan mengakibatkan tubuh menjadi lemah dan akan mengalami kerusakan dan akhirnya meninggal. Organ tubuh antara lain hati, ginjal, lambung, kulit akan menurun fungsinya karena toxin di dalam makanan dan lingkungan   yang dihadapi setiap hari.
3.      Teori Neuroendokrin
Teori ini menjelaskan tentang  “Kerusakan Akibat Pemakaian” dengan berfokus pada sistem neuroendokrin, jaringan biokimia rumit yang mengatur pelepasan hormon dan elemen-elemen vital tubuh lainnya. Ketika muda, hormon–hormon  bekerja bersama-sama untuk mengatur berbagai fungsi-fungsi tubuh, termasuk respon manusia terhadap panas, dingin dan aktifitas seksual kita. Kelenjar sebesar kacang kenari ini terletak dalam otak dan bertanggung jawab untuk reaksi berantai hormonal kompleks yang dikenal dengan nama lain “thermostat tubuh”. Hormon penting fungsinya untuk memperbaiki dan mengatur fungsi-fungsi tubuh. Sejalan dengan bertambahnya usia, tubuh memproduksi hormon-hormon dalam kadar yang lebih rendah dan dapat menyebabkan efek berbahaya, termasuk penurunan kemampuannya dalam memperbaiki tubuh dan mengatur tubuh. Produksi hormon sangat interaktif, produksi satu tetes hormon apapun akan mempengaruhi mekanisme secara keseluruhan, contohnya; menyampaikan sinyal pada organ-organ lain untuk melepaskan hormon lainnya dalam kadar yang lebih rendah sehingga bagian-bagian tubuh lainnya juga akan mengeluarkan hormon dalam kadar yang lebih rendah.
4.      Teori Control Genetic
Teori penuaan-terencana berpusat pada program genetik sesuai DNA masing-masing individu. Manusia dilahirkan dengan kode genetik yang unik, sebuah kecendrungan tipe fisik dan fungsi mental yang telah ditentukan sebelumnya. Warisan genetik tersebut sangat menentukan seberapa cepat dan seberapa panjang   hidup. Jika menggunakan gambaran kasar, dapat dibayangkan setiap manusia hadir di muka bumi bagaikan sebuah mesin yang sudah terprogram untuk menghancurkan dirinya sendiri. Semua orang memiliki jam biologis yang terus berdetak dan bisa berhenti kapan saja, lebih cepat atau lebih lama beberapa tahun. Ketika jam berhenti berdetak, itu merupakan pertanda bahwa tubuh  mulai menua dan akhirnya akan mati.  Sesuai dengan segala aspek warisan genetik , waktu yang berlaku pada jam genetik ini bervariasi, tergantung apa yang dialami selama pertumbuhan dan bagaimana gaya hidup masing- masing individu.

C.     Tipe Lansia
Beberapa tipe lansia bergantung pada karakter, pengalaman hidup, kondisi fisik, lingkungan, mental, social, dan ekonominya (Nugroho,2000). Tipe tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :
1.      Tipe Arif Bijaksana
Kaya dengan hikmah, pengalaman, menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, mempunyai kesibukan, bersikap ramah, rendah hati, sederhana, dermawan, dan menjadi panutan.
2.      Tipe Mandiri
Mengganti kegiatan yang hilang dengan yang baru, selektif dalam mencari pekerjaan, dan sering bergaul dengan temannya.
3.      Tipe Tidak Puas
Konflik lahir batin menentang proses penuaan sehingga menjadi pemarah, tidak sabar, mudah tersinggung, sulit dilayani, pengkritik, dan sulit dilayani.
4.      Tipe Pasrah
Menerima dan menunggu nasib baik, mengikuti kegiatan agama, dan melakukan pekerjaan apa saja.
5.      Tipe Bingung
Kehilangan kepribadian, mengasingkan diri, minder, menyesal, pasif, dan acuh tak acuh.

D.    Klasifikasi Lansia
Klasifikasi lansia diantaranya yaitu :
1.      Pralansia (prasenilis)
Seseorang yang berusia antara 45-59 tahun
2.      Lansia
Seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih.
3.      Lansia risiko tinggi
Seseorang yang berusia 70 tahun / lebih atau seseorang yang berusia 60 tahun / lebih dengan masalah kesehatan (Depkes RI,2003).
4.      Lansia Potensial
Lansia yang masih mampu melakukan pekerjaan atau kegiatan yang dapat menghasilkan barang atau jasa (Depkes RI, 2003)
5.      Lansia tidak Potensial
Lansia yang tidak berdaya mencari nafkah sehingga hidupnya bergatung pada bantuan orang lain (Depkes RI,2003).
E.     Perkembangan Lansia
1.      Perkembangan kognitif (Intelektual)
Menurut david Wechsler(desmita)kemunduran kemampuan mental merupakan bagian dari proses penuaan organisme sacara umum, hampir sebagian besar penelitian menunjukan bahwa setelah mencapai puncak pada usia antara 45-55 tahun, kebanyakan kemampuan seseorang secara terus menerus mengalami penurunan, hal ini juga berlaku pada seorang lansia.
Ketika lansia memperlihatkan kemunduran intelektualiatas yang mulai menurun, kemunduran tersebut juga cenderung mempengaruhi keterbatasan memori tertentu. Misalnya seseorang yang memasuki masa pensiun, yang tidak menghadapi tantangan-tantangan penyesuaian intelektual sehubungan dengan masalah pekerjaan, dan di mungkinkan lebih sedikit menggunakan memori atau bahkan kurang termotivasi untuk mengingat beberpa hal, jelas akan mengalami kemunduran memorinya. Menurut Ratner et.al(desmita)penggunaan bermacam-macam strategi penghafalan bagi orang tua , tidak hanya memungkinkan dapat mencegah kemunduran intelektualitas, melinkan dapat menigkatkan kekuatan memori pada lansia tersebut.
Kemerosotan intelektual lansia ini pada umumnya merupakan sesuatau yang tidak dapat dihindarkan, disebabkan berbagai faktor, seperti penyakit, kecemasan atau depresi. Tatapi kemampuan intelektual lansia tersebut pada dasarnya dapat dipertahankan. Salah satu faktor untuk dapat mempertahankan kondisi tersebut salah satunya adalah dengan menyediakan lingkungan yang dapat merangsang ataupun melatih ketrampilan intelektual mereka, serta dapat mengantisipasi terjadinya kepikunan.
2.      Perkembangan psikososial
Akibat perubahan Fisik yang semakin menua maka perubahan ini akan sangat berpengaruh terhadap peran dan hubungan dirinya dengan lingkunganya. Dengan semakin lanjut usia seseorang secara berangsur-angsur ia mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya karena berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial para lansia menurun, baik secara kualitas maupun kuantitasnya sehingga hal ini secara perlahan mengakibatkan terjadinya kehilangan dalam berbagai hal yaitu: kehilangan peran ditengah masyarakat, hambatan kontak fisik dan berkurangnya komitmen.
Menurut Erikson dalam bukunya Desmita perkembangan psikososial masa dewasa akhir ditandai dengan tiga gejala penting, yaitu keintiman, generatif, dan integritas.
3.      Perkembangan Keintiman
Keintiman dapat diartikan sebagai suatu kemampuan memperhatikan orang lain dan membagi pengalaman dengan mereka. Orang-orang yang tidak dapat menjalin hubungan intim dengan orang lain akan terisolasi. Menurut Erikson, pembentukan hubungan intim ini merupakan tantangan utama yang dihadapi oleh orang yang memasuki masa dewasa akhir.
4.      Perkembangan Generatif
Generativitas adalah tahap perkembangan psikososial ketujuh yang dialami individu selama masa pertengahan masa dewasa. Ketika seseorang mendekati usia dewasa akhir, pandangan mereka mengenai jarak kehidupan cenderung berubah. Mereka tidak lagi memandang kehidupan dalam pengertian waktu masa anak-anak, seperti cara anak muda memandang kehidupan, tetapi mereka mulai memikirkan mengenai tahun yang tersisa untuk hidup. Pada masa ini, banyak orang yang membangun kembali kehidupan mereka dalam pengertian prioritas, menentukan apa yang penting untuk dilakukan dalam waktu yang masih tersisa.
5.      Perkembangan Integritas
Integritas merupakan tahap perkembangan psikososial Erikson yang terakhir. Integritas paling tepat dilukiskan sebagai suatu keadaan yang dicapai seseorang setelah memelihara benda-benda, orang-orang, produk-produk dan ide-ide, serta setelah berhasil melakukan penyesuaian diri dengan bebrbagai keberhasilan dan kegagalan dalam kehidupannya. Lawan dari integritas adalah keputusan tertentu dalam menghadapi perubahan-perubahan siklus kehidupan individu, terhadap kondisi-kondisi sosial dan historis, ditambah dengan kefanaan hidup menjelang kematian.
Tahap integritas ini ini dimulai kira-kira usia sekitar 65 tahun, dimana orang-orang yang tengah berada pada usia itu sering disebut sebagai usia tua atau orang usia lanjut. Usia ini banyak menimbulkan masalah baru dalam kehidupan seseorang. Meskipun masih banyak waktu luang yang dapat dinikmati, namun karena penurunan fisik atau penyakit yang melemahkan telah membatasi kegiatan dan membuat orang tidak menrasa berdaya.
Terdapat beberapa tekanan yang membuat orang usia tua ini menarik diri dari keterlibatan sosial:
·         ketika masa pensiun tiba dan lingkungan berubah, orang mungkin lepas dari peran dan aktifitas selama ini
·         penyakit dan menurunnya kemampuan fisik dan mental, membuat ia terlalu memikirkan diri sendiri secara berlebihan
·         orang-orang yang lebih muda disekitarnya cenderung menjauh darinya
·         pada saat kematian semakin mendekat, orang ingin seperti ingin membuang semua hal yang bagi dirinya tidak bermanfaat lagi.

F.      Perubahan Penampilan Pada Lansia
1.      Daerah kepala
·         Hidung menjulur lemas
·         Bentuk mulut akan berubah karena hilangnya gigi
·         Mata kelihatan pudar
·         Dagu berlipat dua atau tiga
·         Kulit berkerut da kering
·         Rambut menipis dan menjadi putih
2.      Daerah Tubuh
·         Bahu membungkuk dan tampak mengecil
·         Perut membesar dan tampak membuncit
·         Pinggul tampak menggendor dan tampak lebih besar
·         Garis pinggang melebar
·         Payudara pada wanita akan mengendor
3.      Daerah persendian
·         Pangkal tangan menjadi kendor dan terasa berat
·         Kaki menjadi kendor dan pembuluh darah balik menonjol
·         Tangan menjadi kurus kering
·         Kaki membesar karena otot-otot mengendor
·         Kuku tangan dan kaki menebal, mengeras dan mengapur.

G.    Perubahan fisik dan fungsi pada lansia
1.      Sel
·         Jumlah sel menurun
·         Jumlah cairan tubuh dan cairan intraseluler berkurang
·         Protein di otak, otot, ginjal, darah, dan hati menurun
·         Mekanisme perbaikan sel terganggu
·         Lekukan otak akan menjadi lebih dangkal dan melebar
·         Otak menjadi atrofi, beratnya menjadi berkurang 5-10 %
2.      Sistem persarafan
·         Menurunnya hubungan persarafan
·         Saraf panca indra mengecil
·         Pengelihatan dan pendengaran berkurang
·         Kurang sensitive terhadap sentuhan
·         Mengalami deficit memori
·         Rendahnya ketahanan terhadap suhu dingin
3.      Sistem Kardiovaskuler
·         Katup jantung menebal dan menjadi kaku
·         Elastisitas dinding aorta dan pembuluh darah menurun
·         Kemampuan jantung memompa darah menurun 1% setiap tahun setelah berumur 20 tahun
·         Kinerja jantung lebih rentan terhaap kondisi dehidrasi dan pendarahan
·         Tekanan darah meninggi akibat resistensi pembuluh darah perifer meningkat
4.      Sistem pernafasan
·         Ototpernafasan mengalami kelemahan akibat atrofi, kehilangan kekuatan, dan menjadi kaku
·         Aktifitas silia menurun
·         Alveoli melebar dan paru kehilangan elastisitasnya
·         Oksigen pada arteri menurun
·         Sering terjadi emfisema senilis
·         Reflex kemampuan untuk batuk berkurang
5.      Sistem Pencernaan
·         Kehilangan gigi menjadi penyebab utama periodontal disease yang biasa terjadi setelah umur 30 tahun
·         Adanya iritasi selaput lender yang kronis dan terjadi atrofi indra pengecap
·         Esophagus melebar dan asam lambung menurun
·         Peristaltic lemah sehingga sering terjadi konstipasi
·         Hati semakin mengecil dan tempat penyimpanan menurun
6.      Sisem Reproduksi
Wanita :
·         Vagina mengalami kontraktur dan mengecil
·         Ovarium menciut dan uterus mengalami atrofi
·         Atrofi payudara dan vulva
·         Selaput lender vagina menurun, permukaan menjadi halus dan sekresi berkurang
Pria :
·         Testis masih dapat memproduksi spermatozoa meskipu ada penurunan
·         Dorongan seksual meneatp sampai usia diatas 70 tahun, asal kondisi kesehatannya baik
·         Sebanyak kurang lebih75 % pria diatas 65 tahun mengalami pembesaran prostat

H.    Masalah kesehatan jiwa yang sering timbul pada lansia
1.      Kecemasan
·         Perasaan khawatir atau takut yang tidak rasional akan kejadian yang akan terjadi
·         Tegang dan cepat marah
·         Sering takut dan khawatir terhadap penyakit yang berat misalnya kanker atau penyakit jantung yang sebenarnya tidak dideritanya
·         Rasa panic terhadap hal yang ringan
2.      Depresi
·         Cepat lelah, lemas, dan kurang dapat menikmati kehidupan sehari-hari
·         Kebersihan dan kerapihan diri sering diabaikan
·         Mudah marah dan tersinggung
·         Pembicaraan sering disertai topic yang berhubungan dengan rasa pesimis atau putus asa
·         Berkurang atau hilangnya nafsu makan sehingga berat badan menurun drastic
·         Depresi sering terjadi saat meninggalnya pasangan hidup atau dalam suasana duka
·         Ada kecendrungan ingin bunuh diri
3.      Insomnia
·         Sering terjadi akibat gangguan cemas dan depresi
·         Suasana kamar kurang nyaman
·         Sering bangun tengah malam karena ingin berkemih atau infeksi saluran kemih
·         Kurangnya kegiatan fisik sepanjang hari sehingga mereka masih semangat (tidak ada rasa kantuk) pada malam hari
4.      Paranoid
·         Perasaan curiga dan memusuhi anggota keluarga, teman-teman, atau orang di sekelilingnya
·         Lupa akan barang-barang yang disimpannya kemudian meuduh orang disekelilingnya mencuri atau encuri barang miliknya
·         Paranoid meruapkan manifestasi dari masalah lain seperti depresi dan rasa marah yang ditahan.
5.      Demensia
·         Demensia Alzheimer, penyebabnya adalah kerusakan otak yang tidak diketahui
·         Demensia vascular, penyebabnya adalah kerusakan otak karena stroke yang multiple
·         Demensia lain yang penyebabnya adalah kekurangan vitamin B12 dan tumor otak

I.       Penanggulangan Masalah Terkait Proses Penuaan
Dalammengatasi masalah yang terjadi sebagai akibat perubahan yang dialaminya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh lansia sebagai upaya penyesuaian diri terhadap perubahan tersebut.
Penanggulan masalah terkait dengan proses ppenuaan adalah sebagai berikut :
1.      Penanggulangan masalah akibat perubahan fungsi tubuh
·         Perawatan diri sehari-hari
·         Senam atau latihan pergerakan secara teratur
·         Pemeriksaan kesehatan sehatan secara rutin
·         Mengikuti kegiatan yang masih mampu dilakukan
·         Minum obat secara teratur jika diperlukan
·         Mengonsumsi makanan bergizi
·         Minum air putih minimal 8 gelas per hari
2.      Penanggulangan masalah akibat perubahan psikologis
·         Mengenal masalah yang sedang dihadapi
·         Memiliki keyakinan dalam memandang masalah
·         Menerima proses penuaan
·         Member nasehat serta pandangan
·         Beribadah secara teratur
·         Mempertahankan hubungan seksual
·         Terlibat dalam kegiatan social maupun keagamaan
3.      Penanggulangan masalah akibat perubahan social
·         Saling mengunjungi
·         Melakukan kegiatan rekreasi

J.       Nutrisi Seimbang Untuk Lansia
·         Mengandung zat gizi yang terdiri atas zat tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur
·         Jumlah kalori yang baik untuk lansia dadalah 50% darihidrat arang kompleks (sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian)
·          Jumlah protein yang dikonsumsi lansia 8-10 %dari total kalori
·         Dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi serat
·         Mengonsumsi bahan makanan atau minuman yang tinggi kalsium
·         Membatasi penggunaan garam
·         Sebaiknya menggunakan bahan makanan yang segar dan mudah dicerna
·         Hindari makanan yang mengandung tinggi alcohol
·         Pilihlah makanan yang mudah dikunyah

K.    Pelayanan Kesehatan Untuk Lansia
1.      Promotif
Upaya promotif merupakan tindakan secara langsung untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mencegah penyekit. Upaya promotif dilakukan untuk mendukung atau membantu seseorang untuk mengubah gaya hidup mereka dan bergerak kearah keadaan kesehatan yang lebih optimal serta mendukung pemberdayaan seseorang untuk membuat pilihan yang sehat tentang prilaku hidup mereka.
Penyampaian 10 perilaku yang baik pada lansia diantaranya ialah sebagai berikut :
·         Mendekatkan diri pada Tuahn Yang Maha Esa
·         Mau menerima keadaan, sabar dan optimis, serta meningkatkan rasa percaya diri dengan melakukan kegiatan sesuai kemampuan
·         Menjalin hubungan yang teratur dengan keluarga dan sesame
·         Olahraga ringan setiap hari
·         Makan sedikit tetapi sering dan banyak minum air putih
·         Minum obat sesuai anjuran dokter
·         Kembangkan hobi sesuai kemampuan
·         Tetap memelihara dan bergairah dalam kehidupan seks
·         Memeriksakan kesehatan gigi secara teratur
2.      Preventif
Upaya preventif melipiti pencegahan primer, sekunder, dan tersier.
a)      Pencegahan Primer
Meliputi pencegaha pada lansia sehat,terdapat factor resiko, tidak ada penyakit, dan promosi kesehatan
Jenis pelayanan pencegahan primer yaitu :
·         Program imunisasi, misalnya vaksin influenza
·         Konseling : berhenti merokok dan minuman beralkohol
·         Dukungan nutrisi
·         Keamana di dalam dan sekitar rumah
·         Manajemen stress
·         Penggunaan medikasi yang tepat
b)      Pencegahan Sekunder
Meliputi pemeriksaan terhadap penderita tanpa gejala dari awal penyakit hingga terjadi gejala penyakit belum tampak secara klinis dan mengidap factor resiko\
Jenis pelayanan pencegahan sekunder :
·         Control hipertensi
·         Deteksi dan pengobatan kanker
·         Pemeriksaan rectal, mammogram, papsmear, gigi, mulut, dan lain lain.
c)      Pencegahan Tersier
Dilakukan setelah terdapat gejala penyakit , serta untuk mencegah cacat bertambah.
Jenis pelayanan pencegahan tersier :
·         Mencegah berkembangnya gejala dan memfasilitasi rehabilitasi dan membatasi ketidakmampuan akibat kondisi kronis. Misalnya osteoporosis atau inkontinensia urine atau fekal
·         Mendukung usaha untuk mempertahankan kemampuan berfungsi
3.      Rehabilitatif
Prinsip rehabilitative :
·         Pertahankan lingkungan yang aman
·         Pertahankan kecukupan gizi
·         Pertahankan fungsi pernafasan
·         Pertahankan fungsi aliran darah
·         Pertahankan kecukupan gizi
·         Pertahankan fungsi pencernaan
·         Pertahankan fungsi psikososial
·         Pertahankan komunikasi
Pelaksana :
·         Tim Rehabilitasi (Petugas medis, petugas paramedic, serta petugas non medis)

L.     Asuhan Keperawatan
1.      Pengkajian
·         Ukuran pupil mengecil
·         Pemakaina kacamata
·         Pengelihatan ganda
·         Sakit pada mata (Glaukoma dan Katarak)
·         Mata kemerahan permintaan untuk membacakan kalimat
·         Ketergantungan dalam melakukan aktivitas
·         Kesulitan untuk memasukkan benang kedalam jarum
2.      Diagnosa keperawatan
·         Gangguan persepsi sensori : Pengelihatan
·         Resiko cedera : Jatuh
·         Gangguan mobilitas fisik
·         Gangguan pemenuhan kebutuhan sehari-hari
·         Kecemasan
3.      Intervensi keperawatan
·         Kaji oenyebab adanya gangguan pengelihatan pada pasien
·         Beri waktu lebih lama untuk memfokuskan sesuatu
·         Kolaborasi untuk pemberian alat bantu pengelihatan seperti kaca mata
·         Berikan penerangan yang cukup
·         Hindari cahaya yang menyilaukan
·         Periksa kesehatan mata secara berkala














BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Perkembangan adalah serangkaian perubahan progresif yang terjadi akibat proses kematangan dan pengalaman, perkembngan berarti perubahan kualitatif ini berarti perkembangan  bukan sekedar perubahan beberapa centimeter tinggi badan seseorang atau peningkatan kemampuan seseorang melainkan suatu proses integrasi dan banyak stuktur dan fungsi yang komplek.
Lanjut usia merupakan periode di mana seorang individu telah mencapai kemasakan dalam proses kehidupan, serta telah menunjukan kemunduran fungsi organ tubuh sejalan dengan waktu, tahapan ini dapat mulai dari usia 60 tahun sampai meninggal.

B.     Saran
Banyak lansia yang masih potensial serta memiliki energi dan semangat untuk berprestasi. Beberapa tokoh mencapai puncak prestasi dalam karirnya justru ketika dia lansia, baik tokoh politisi, ilmuan, dosen, pengusaha, ulama, seniman dll. Segala potensi yang dimiliki oleh lansia bisa dijaga, dipelihara, dirawat dan dipertahankan bahkan diaktualisasikan untuk mencapai kualitas hidup lansia yang optimal.












Daftar Pustaka

Nugroho,Wahyudi.2008.keperawatan Gerontik Dan Geriatrik.Jakarta:EGC
Maryam,Siti,dkk.2012.Mengenal Usia Lanjut Dan Perawatannya.Jakarta:Salemba Medika




Tidak ada komentar:

Posting Komentar