BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Masa Lansia sering dimaknai sebagai
masa kemunduran, terutama pada keberfungsian fungsi-fungsi fisik dan
psikologis. Selain itu penyebab kemunduran fisik ini merupakan suatu perubahan
pada sel-sel tubuh bukan karena penyakit khusus tetapi karena proses menua.[1][1] Kemunduran dapat juga mempunyai
penyebab psikologis. Sikap tidak senang terhadap diri sendiri, orang lain,
pekerjaan dan penghidupan pada umumnya dapat menuju kepada keadaan uzur, karena
terjadi perubahan pada lapisan otak, akibatnya, orang menurun secara fisik dan
mental dan mungkin akan segera mati.
Masa lansia bisa jadi juga disertai
dengan berbagai penyakit yang menyerang dan menggerogoti kehidupan lansia
sekalipun tidak semua lansia adalah berpenyakit, tapi kebanyakan lansia rentan
terhadap penyakit-penyakit tertentu akibat kondisi organ-organ tubuh yang telah
Aus atau mengalami kemunduran juga fungsi imun (kekebalan tubuh) yang juga
menurun. Masalah-masalah lain seperti kemundurun dari aspek sosial ekonomi.
Secara ekonomi, lansia merupakan masa pensiun, produktivitas menurun, otomatis
penghasilan juga berkurang bahkan bisa jadi nihil. Yang menyebabkan lansia
menjadi tergantung atau mengaantungkan diri pada orang lain seperti anak atau
keluarga yang lain.
Kemunduran dari segi sosial ditandai
dengan kehilangan jabatan atau posisi tertentu dalam sebuah organisasi atau
masyarakat, yang telah menempatkan dirinya sebagi individu dengan status
terhormat, dihargai, memiliki pengaruh, dan didengarkan pendapatnya. Sekalipun
mengalami kemunduran pada beberapa aspek kehidupannya, bukan berarti lansia
tidak bisa menikmati kehidupannya. Lansia pasti memiliki potensi yang bisa
dimanfaatkan untuk mengisi hari-harinya dengan hal-hal yang bermanfaat dan
B. Rumusan Masalah
·
Apakah
yang dimaksud dengan Lansia?
·
Bagaimanakah
Perawatan yang diberikan pada lansia?
·
Bagaimana
perkembangan yang terjadi pada Lansia?
·
Bagaimanakah
peenampilanfisik pada lansia?
·
Adakah
penurunan fungsi pada lansia?
·
Apa
saja nutrisi yang dibutuhkan lansia?
·
Bagaimanakah
asuhan keperawatan yang diberikan pada lansia?
C. Tujuan
·
Untuk
mengetahui pengertian Lansia
·
Untuk
mengetahui Perawatan yang diberikan pada lansia
·
Untuk
mengetahui perkembangan yang terjadi pada Lansia
·
Untuk
mengetahui peenampilanfisik pada lansia
·
Untuk
mengetahui penurunan fungsi pada lansia
·
Untuk
mengetahui nutrisi yang dibutuhkan lansia
·
Untuk
mengetahui asuhan keperawatan yang diberikan pada lansia
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi
Perkembangan adalah serangkaian
perubahan progresif yang terjadi akibat proses kematangan dan pengalaman,
perkembangan berarti perubahan kualitatif, berarti perkembangan bukan sekedar perubahan beberapa centimeter
tinggi badan seseorang atau peningkatan kemampuan seseorang melainkan suatu
proses integrasi dan banyak stuktur dan fungsi yang komplek.
Dalam proses perkembangan perubahan-
perubahan prilaku menurut tingkat usia sebagai masalah antisiden (gejala yang
mendahului dan konsekensinya). Pada dasarnya ada dua proses perkembangan yang
saling bertentangan yang terjadi secara serampak selama kehidupan, yaitu
pertumbuhan dalam kemunduran keduanya mulai dari kemunduran sampai dengan
berakhir dengan kematian.
Lanjut usia merupakan periode di
mana seorang individu telah mencapai kemasakan dalam proses kehidupan, serta
telah menunjukan kemunduran fungsi organ tubuh sejalan dengan waktu, tahapan
ini dapat mulai dari usia 60 tahun sampai meninggal.
Meskipun seseorang masih kuat dalam
fisiknya ataupun bisa bekerja untuk mencari nafkah bila ia sudah berumur 60
tahun maka orang tersebut dinamakan orang yang lanjut usia. Bila melihat
pengertian ini maka masa lanjut usia bukan didasarkan karena ketidakmampuan
dalam bekerja ataupun berkurangnya atau menurunnya kondisi fisik seseorang yang
tua, tapi dilihat atas dasar kronologi usia. Meskipun orang yang lanjut usia
mayoritas mengalami penurunan kondisi fisik (kesehatan) karena penuaan.
B. Teori
Proses Menjadi Tua
Penuaan merupakan proses
dediffensiasi (de-growth) dari sel, yaitu proses terjadinya perubahan
anatomi maupun penurunan fungsi dari sel. Ada banyak teori yang
menjelaskan masalah penuaan,antara lain :
1. Teori
Radikal Bebas (Free Radical Theory)
Menurut teori ini sel-sel dalam
tubuh dirusak oleh serangan yang terus menerus dari partikel kimia oksigen
radikal bebas, yaitu Molekul Oksigen yang memiliki 1 (satu) atau lebih
elektron, yang tidak berpasangan, sehingga sangat radikal dan reaktif.
Akibatnya sel-sel menjadi rusak sehingga jaringan pembentuk organ pun menjadi
rusak, dan dari situlah bermunculan bermacam macam penyakit, akibat kemunduran
fungsi organ yang dikenal dengan penyakit Degeneratif. Adapun sumber radikal
bebas dari faktor Internal atau bersumber dari dalam diri individu
sendiri antara lain: Stress, depresi, demas, radang dan luka, lelah berlebihan
kerja dan olah raga yang berlebihan dan juga metabolisme normal dalam tubuh.
Sedangkan faktor external radikal bebas antara lain: Polusi baik dari
asap pabrik atau rokok yang dihirup, juga dari obat-obatan, kemoterapi,
pestisida, insextisida, herbisida, makanan, Sinar-X atau rontgen,
bakteri, virus dll. Akibat serangan dari radikal bebas ini menyebabkaan
berbagai penyakit antara lain: Diabetes, stroke, gagal ginjal, rematik,
kanker, sakit jantung, problema kulit, Dan masih banyak yang lainya
2. Teori
Pakai dan Rusak (Wear and Tear Theory)
Menurut teori ini tubuh dan
sel-selnya akan rusak karena banyak terpakai dan digunakan secara terus menerus
dan berlebihan sepanjang hidup akan mengakibatkan tubuh menjadi lemah dan akan
mengalami kerusakan dan akhirnya meninggal. Organ tubuh antara lain hati,
ginjal, lambung, kulit akan menurun fungsinya karena toxin di dalam makanan dan
lingkungan yang dihadapi setiap hari.
3. Teori
Neuroendokrin
Teori ini menjelaskan tentang
“Kerusakan Akibat Pemakaian” dengan berfokus pada sistem neuroendokrin,
jaringan biokimia rumit yang mengatur pelepasan hormon dan elemen-elemen vital
tubuh lainnya. Ketika muda, hormon–hormon bekerja bersama-sama untuk
mengatur berbagai fungsi-fungsi tubuh, termasuk respon manusia terhadap panas,
dingin dan aktifitas seksual kita. Kelenjar sebesar kacang kenari ini terletak
dalam otak dan bertanggung jawab untuk reaksi berantai hormonal kompleks yang
dikenal dengan nama lain “thermostat tubuh”. Hormon penting fungsinya
untuk memperbaiki dan mengatur fungsi-fungsi tubuh. Sejalan dengan bertambahnya
usia, tubuh memproduksi hormon-hormon dalam kadar yang lebih rendah dan dapat
menyebabkan efek berbahaya, termasuk penurunan kemampuannya dalam memperbaiki
tubuh dan mengatur tubuh. Produksi hormon sangat interaktif, produksi satu
tetes hormon apapun akan mempengaruhi mekanisme secara keseluruhan, contohnya;
menyampaikan sinyal pada organ-organ lain untuk melepaskan hormon lainnya dalam
kadar yang lebih rendah sehingga bagian-bagian tubuh lainnya juga akan mengeluarkan
hormon dalam kadar yang lebih rendah.
4. Teori Control
Genetic
Teori penuaan-terencana berpusat
pada program genetik sesuai DNA masing-masing individu. Manusia dilahirkan
dengan kode genetik yang unik, sebuah kecendrungan tipe fisik dan fungsi mental
yang telah ditentukan sebelumnya. Warisan genetik tersebut sangat menentukan
seberapa cepat dan seberapa panjang hidup. Jika menggunakan
gambaran kasar, dapat dibayangkan setiap manusia hadir di muka bumi bagaikan
sebuah mesin yang sudah terprogram untuk menghancurkan dirinya sendiri. Semua
orang memiliki jam biologis yang terus berdetak dan bisa berhenti kapan saja,
lebih cepat atau lebih lama beberapa tahun. Ketika jam berhenti berdetak, itu
merupakan pertanda bahwa tubuh mulai menua dan akhirnya akan mati.
Sesuai dengan segala aspek warisan genetik , waktu yang berlaku pada jam
genetik ini bervariasi, tergantung apa yang dialami selama pertumbuhan dan
bagaimana gaya hidup masing- masing individu.
C. Tipe
Lansia
Beberapa
tipe lansia bergantung pada karakter, pengalaman hidup, kondisi fisik,
lingkungan, mental, social, dan ekonominya (Nugroho,2000). Tipe tersebut dapat
dijabarkan sebagai berikut :
1. Tipe
Arif Bijaksana
Kaya dengan hikmah,
pengalaman, menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, mempunyai kesibukan,
bersikap ramah, rendah hati, sederhana, dermawan, dan menjadi panutan.
2. Tipe
Mandiri
Mengganti kegiatan yang
hilang dengan yang baru, selektif dalam mencari pekerjaan, dan sering bergaul
dengan temannya.
3. Tipe
Tidak Puas
Konflik lahir batin
menentang proses penuaan sehingga menjadi pemarah, tidak sabar, mudah
tersinggung, sulit dilayani, pengkritik, dan sulit dilayani.
4. Tipe
Pasrah
Menerima dan menunggu
nasib baik, mengikuti kegiatan agama, dan melakukan pekerjaan apa saja.
5. Tipe
Bingung
Kehilangan kepribadian,
mengasingkan diri, minder, menyesal, pasif, dan acuh tak acuh.
D. Klasifikasi
Lansia
Klasifikasi lansia
diantaranya yaitu :
1. Pralansia
(prasenilis)
Seseorang yang berusia
antara 45-59 tahun
2. Lansia
Seseorang yang berusia
60 tahun atau lebih.
3. Lansia
risiko tinggi
Seseorang yang berusia
70 tahun / lebih atau seseorang yang berusia 60 tahun / lebih dengan masalah
kesehatan (Depkes RI,2003).
4. Lansia
Potensial
Lansia yang masih mampu
melakukan pekerjaan atau kegiatan yang dapat menghasilkan barang atau jasa
(Depkes RI, 2003)
5. Lansia
tidak Potensial
Lansia yang tidak
berdaya mencari nafkah sehingga hidupnya bergatung pada bantuan orang lain
(Depkes RI,2003).
E. Perkembangan
Lansia
1. Perkembangan kognitif (Intelektual)
Menurut david
Wechsler(desmita)kemunduran kemampuan mental merupakan bagian dari proses
penuaan organisme sacara umum, hampir sebagian besar penelitian menunjukan
bahwa setelah mencapai puncak pada usia antara 45-55 tahun, kebanyakan
kemampuan seseorang secara terus menerus mengalami penurunan, hal ini juga
berlaku pada seorang lansia.
Ketika lansia memperlihatkan
kemunduran intelektualiatas yang mulai menurun, kemunduran tersebut juga
cenderung mempengaruhi keterbatasan memori tertentu. Misalnya seseorang yang
memasuki masa pensiun, yang tidak menghadapi tantangan-tantangan penyesuaian
intelektual sehubungan dengan masalah pekerjaan, dan di mungkinkan lebih
sedikit menggunakan memori atau bahkan kurang termotivasi untuk mengingat
beberpa hal, jelas akan mengalami kemunduran memorinya. Menurut Ratner et.al(desmita)penggunaan
bermacam-macam strategi penghafalan bagi orang tua , tidak hanya memungkinkan
dapat mencegah kemunduran intelektualitas, melinkan dapat menigkatkan kekuatan
memori pada lansia tersebut.
Kemerosotan intelektual lansia ini
pada umumnya merupakan sesuatau yang tidak dapat dihindarkan, disebabkan
berbagai faktor, seperti penyakit, kecemasan atau depresi. Tatapi kemampuan
intelektual lansia tersebut pada dasarnya dapat dipertahankan. Salah satu
faktor untuk dapat mempertahankan kondisi tersebut salah satunya adalah dengan
menyediakan lingkungan yang dapat merangsang ataupun melatih ketrampilan
intelektual mereka, serta dapat mengantisipasi terjadinya kepikunan.
2. Perkembangan psikososial
Akibat perubahan Fisik yang semakin
menua maka perubahan ini akan sangat berpengaruh terhadap peran dan hubungan
dirinya dengan lingkunganya. Dengan semakin lanjut usia seseorang secara
berangsur-angsur ia mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya karena
berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi
sosial para lansia menurun, baik secara kualitas maupun kuantitasnya sehingga
hal ini secara perlahan mengakibatkan terjadinya kehilangan dalam berbagai hal
yaitu: kehilangan peran ditengah masyarakat, hambatan kontak fisik dan berkurangnya
komitmen.
Menurut Erikson dalam bukunya
Desmita perkembangan psikososial masa dewasa akhir ditandai dengan tiga gejala
penting, yaitu keintiman, generatif, dan integritas.
3. Perkembangan Keintiman
Keintiman dapat diartikan sebagai
suatu kemampuan memperhatikan orang lain dan membagi pengalaman dengan mereka.
Orang-orang yang tidak dapat menjalin hubungan intim dengan orang lain akan
terisolasi. Menurut Erikson, pembentukan hubungan intim ini merupakan tantangan
utama yang dihadapi oleh orang yang memasuki masa dewasa akhir.
4. Perkembangan Generatif
Generativitas adalah tahap
perkembangan psikososial ketujuh yang dialami individu selama masa pertengahan
masa dewasa. Ketika seseorang mendekati usia dewasa akhir, pandangan mereka
mengenai jarak kehidupan cenderung berubah. Mereka tidak lagi memandang
kehidupan dalam pengertian waktu masa anak-anak, seperti cara anak muda
memandang kehidupan, tetapi mereka mulai memikirkan mengenai tahun yang tersisa
untuk hidup. Pada masa ini, banyak orang yang membangun kembali kehidupan
mereka dalam pengertian prioritas, menentukan apa yang penting untuk dilakukan
dalam waktu yang masih tersisa.
5. Perkembangan Integritas
Integritas merupakan tahap
perkembangan psikososial Erikson yang terakhir. Integritas paling tepat dilukiskan
sebagai suatu keadaan yang dicapai seseorang setelah memelihara benda-benda,
orang-orang, produk-produk dan ide-ide, serta setelah berhasil melakukan
penyesuaian diri dengan bebrbagai keberhasilan dan kegagalan dalam
kehidupannya. Lawan dari integritas adalah keputusan tertentu dalam menghadapi
perubahan-perubahan siklus kehidupan individu, terhadap kondisi-kondisi sosial
dan historis, ditambah dengan kefanaan hidup menjelang kematian.
Tahap integritas ini ini dimulai
kira-kira usia sekitar 65 tahun, dimana orang-orang yang tengah berada pada
usia itu sering disebut sebagai usia tua atau orang usia lanjut. Usia ini
banyak menimbulkan masalah baru dalam kehidupan seseorang. Meskipun masih
banyak waktu luang yang dapat dinikmati, namun karena penurunan fisik atau
penyakit yang melemahkan telah membatasi kegiatan dan membuat orang tidak
menrasa berdaya.
Terdapat beberapa tekanan yang
membuat orang usia tua ini menarik diri dari keterlibatan sosial:
·
ketika
masa pensiun tiba dan lingkungan berubah, orang mungkin lepas dari peran dan
aktifitas selama ini
·
penyakit
dan menurunnya kemampuan fisik dan mental, membuat ia terlalu memikirkan diri
sendiri secara berlebihan
·
orang-orang
yang lebih muda disekitarnya cenderung menjauh darinya
·
pada
saat kematian semakin mendekat, orang ingin seperti ingin membuang semua hal
yang bagi dirinya tidak bermanfaat lagi.
F. Perubahan
Penampilan Pada Lansia
1. Daerah kepala
·
Hidung
menjulur lemas
·
Bentuk
mulut akan berubah karena hilangnya gigi
·
Mata
kelihatan pudar
·
Dagu
berlipat dua atau tiga
·
Kulit
berkerut da kering
·
Rambut
menipis dan menjadi putih
2. Daerah Tubuh
·
Bahu
membungkuk dan tampak mengecil
·
Perut
membesar dan tampak membuncit
·
Pinggul
tampak menggendor dan tampak lebih besar
·
Garis
pinggang melebar
·
Payudara
pada wanita akan mengendor
3. Daerah persendian
·
Pangkal
tangan menjadi kendor dan terasa berat
·
Kaki
menjadi kendor dan pembuluh darah balik menonjol
·
Tangan
menjadi kurus kering
·
Kaki
membesar karena otot-otot mengendor
·
Kuku
tangan dan kaki menebal, mengeras dan mengapur.
G. Perubahan
fisik dan fungsi pada lansia
1. Sel
·
Jumlah sel menurun
·
Jumlah cairan tubuh dan cairan
intraseluler berkurang
·
Protein di otak, otot, ginjal, darah,
dan hati menurun
·
Mekanisme perbaikan sel terganggu
·
Lekukan otak akan menjadi lebih dangkal
dan melebar
·
Otak menjadi atrofi, beratnya menjadi
berkurang 5-10 %
2. Sistem
persarafan
·
Menurunnya hubungan persarafan
·
Saraf panca indra mengecil
·
Pengelihatan dan pendengaran berkurang
·
Kurang sensitive terhadap sentuhan
·
Mengalami deficit memori
·
Rendahnya ketahanan terhadap suhu dingin
3. Sistem
Kardiovaskuler
·
Katup jantung menebal dan menjadi kaku
·
Elastisitas dinding aorta dan pembuluh
darah menurun
·
Kemampuan jantung memompa darah menurun
1% setiap tahun setelah berumur 20 tahun
·
Kinerja jantung lebih rentan terhaap
kondisi dehidrasi dan pendarahan
·
Tekanan darah meninggi akibat resistensi
pembuluh darah perifer meningkat
4. Sistem
pernafasan
·
Ototpernafasan mengalami kelemahan
akibat atrofi, kehilangan kekuatan, dan menjadi kaku
·
Aktifitas silia menurun
·
Alveoli melebar dan paru kehilangan
elastisitasnya
·
Oksigen pada arteri menurun
·
Sering terjadi emfisema senilis
·
Reflex kemampuan untuk batuk berkurang
5. Sistem
Pencernaan
·
Kehilangan gigi menjadi penyebab utama
periodontal disease yang biasa terjadi setelah umur 30 tahun
·
Adanya iritasi selaput lender yang
kronis dan terjadi atrofi indra pengecap
·
Esophagus melebar dan asam lambung
menurun
·
Peristaltic lemah sehingga sering
terjadi konstipasi
·
Hati semakin mengecil dan tempat
penyimpanan menurun
6. Sisem
Reproduksi
Wanita
:
·
Vagina mengalami kontraktur dan mengecil
·
Ovarium menciut dan uterus mengalami
atrofi
·
Atrofi payudara dan vulva
·
Selaput lender vagina menurun, permukaan
menjadi halus dan sekresi berkurang
Pria
:
·
Testis masih dapat memproduksi
spermatozoa meskipu ada penurunan
·
Dorongan seksual meneatp sampai usia
diatas 70 tahun, asal kondisi kesehatannya baik
·
Sebanyak kurang lebih75 % pria diatas 65
tahun mengalami pembesaran prostat
H. Masalah
kesehatan jiwa yang sering timbul pada lansia
1. Kecemasan
·
Perasaan khawatir atau takut yang tidak
rasional akan kejadian yang akan terjadi
·
Tegang dan cepat marah
·
Sering takut dan khawatir terhadap
penyakit yang berat misalnya kanker atau penyakit jantung yang sebenarnya tidak
dideritanya
·
Rasa panic terhadap hal yang ringan
2. Depresi
·
Cepat lelah, lemas, dan kurang dapat
menikmati kehidupan sehari-hari
·
Kebersihan dan kerapihan diri sering
diabaikan
·
Mudah marah dan tersinggung
·
Pembicaraan sering disertai topic yang
berhubungan dengan rasa pesimis atau putus asa
·
Berkurang atau hilangnya nafsu makan
sehingga berat badan menurun drastic
·
Depresi sering terjadi saat meninggalnya
pasangan hidup atau dalam suasana duka
·
Ada kecendrungan ingin bunuh diri
3. Insomnia
·
Sering terjadi akibat gangguan cemas dan
depresi
·
Suasana kamar kurang nyaman
·
Sering bangun tengah malam karena ingin
berkemih atau infeksi saluran kemih
·
Kurangnya kegiatan fisik sepanjang hari
sehingga mereka masih semangat (tidak ada rasa kantuk) pada malam hari
4. Paranoid
·
Perasaan curiga dan memusuhi anggota
keluarga, teman-teman, atau orang di sekelilingnya
·
Lupa akan barang-barang yang disimpannya
kemudian meuduh orang disekelilingnya mencuri atau encuri barang miliknya
·
Paranoid meruapkan manifestasi dari
masalah lain seperti depresi dan rasa marah yang ditahan.
5. Demensia
·
Demensia Alzheimer, penyebabnya adalah kerusakan
otak yang tidak diketahui
·
Demensia vascular, penyebabnya adalah
kerusakan otak karena stroke yang multiple
·
Demensia lain yang penyebabnya adalah
kekurangan vitamin B12 dan tumor otak
I. Penanggulangan
Masalah Terkait Proses Penuaan
Dalammengatasi
masalah yang terjadi sebagai akibat perubahan yang dialaminya, ada beberapa hal
yang dapat dilakukan oleh lansia sebagai upaya penyesuaian diri terhadap
perubahan tersebut.
Penanggulan
masalah terkait dengan proses ppenuaan adalah sebagai berikut :
1. Penanggulangan
masalah akibat perubahan fungsi tubuh
·
Perawatan diri sehari-hari
·
Senam atau latihan pergerakan secara
teratur
·
Pemeriksaan kesehatan sehatan secara
rutin
·
Mengikuti kegiatan yang masih mampu
dilakukan
·
Minum obat secara teratur jika
diperlukan
·
Mengonsumsi makanan bergizi
·
Minum air putih minimal 8 gelas per hari
2. Penanggulangan
masalah akibat perubahan psikologis
·
Mengenal masalah yang sedang dihadapi
·
Memiliki keyakinan dalam memandang
masalah
·
Menerima proses penuaan
·
Member nasehat serta pandangan
·
Beribadah secara teratur
·
Mempertahankan hubungan seksual
·
Terlibat dalam kegiatan social maupun
keagamaan
3. Penanggulangan
masalah akibat perubahan social
·
Saling mengunjungi
·
Melakukan kegiatan rekreasi
J. Nutrisi
Seimbang Untuk Lansia
·
Mengandung zat gizi yang terdiri atas
zat tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur
·
Jumlah kalori yang baik untuk lansia
dadalah 50% darihidrat arang kompleks (sayuran, kacang-kacangan, dan
biji-bijian)
·
Jumlah protein yang dikonsumsi lansia 8-10
%dari total kalori
·
Dianjurkan mengonsumsi makanan yang
mengandung tinggi serat
·
Mengonsumsi bahan makanan atau minuman
yang tinggi kalsium
·
Membatasi penggunaan garam
·
Sebaiknya menggunakan bahan makanan yang
segar dan mudah dicerna
·
Hindari makanan yang mengandung tinggi
alcohol
·
Pilihlah makanan yang mudah dikunyah
K. Pelayanan
Kesehatan Untuk Lansia
1. Promotif
Upaya promotif merupakan tindakan secara langsung
untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mencegah penyekit. Upaya promotif dilakukan
untuk mendukung atau membantu seseorang untuk mengubah gaya hidup mereka dan
bergerak kearah keadaan kesehatan yang lebih optimal serta mendukung
pemberdayaan seseorang untuk membuat pilihan yang sehat tentang prilaku hidup
mereka.
Penyampaian 10 perilaku yang baik pada lansia
diantaranya ialah sebagai berikut :
·
Mendekatkan diri pada Tuahn Yang Maha
Esa
·
Mau menerima keadaan, sabar dan optimis,
serta meningkatkan rasa percaya diri dengan melakukan kegiatan sesuai kemampuan
·
Menjalin hubungan yang teratur dengan
keluarga dan sesame
·
Olahraga ringan setiap hari
·
Makan sedikit tetapi sering dan banyak
minum air putih
·
Minum obat sesuai anjuran dokter
·
Kembangkan hobi sesuai kemampuan
·
Tetap memelihara dan bergairah dalam
kehidupan seks
·
Memeriksakan kesehatan gigi secara
teratur
2. Preventif
Upaya preventif
melipiti pencegahan primer, sekunder, dan tersier.
a) Pencegahan
Primer
Meliputi pencegaha pada
lansia sehat,terdapat factor resiko, tidak ada penyakit, dan promosi kesehatan
Jenis pelayanan
pencegahan primer yaitu :
·
Program imunisasi, misalnya vaksin
influenza
·
Konseling : berhenti merokok dan minuman
beralkohol
·
Dukungan nutrisi
·
Keamana di dalam dan sekitar rumah
·
Manajemen stress
·
Penggunaan medikasi yang tepat
b) Pencegahan
Sekunder
Meliputi pemeriksaan
terhadap penderita tanpa gejala dari awal penyakit hingga terjadi gejala
penyakit belum tampak secara klinis dan mengidap factor resiko\
Jenis pelayanan
pencegahan sekunder :
·
Control hipertensi
·
Deteksi dan pengobatan kanker
·
Pemeriksaan rectal, mammogram, papsmear,
gigi, mulut, dan lain lain.
c) Pencegahan
Tersier
Dilakukan setelah
terdapat gejala penyakit , serta untuk mencegah cacat bertambah.
Jenis pelayanan
pencegahan tersier :
·
Mencegah berkembangnya gejala dan
memfasilitasi rehabilitasi dan membatasi ketidakmampuan akibat kondisi kronis.
Misalnya osteoporosis atau inkontinensia urine atau fekal
·
Mendukung usaha untuk mempertahankan
kemampuan berfungsi
3. Rehabilitatif
Prinsip rehabilitative
:
·
Pertahankan lingkungan yang aman
·
Pertahankan kecukupan gizi
·
Pertahankan fungsi pernafasan
·
Pertahankan fungsi aliran darah
·
Pertahankan kecukupan gizi
·
Pertahankan fungsi pencernaan
·
Pertahankan fungsi psikososial
·
Pertahankan komunikasi
Pelaksana :
·
Tim Rehabilitasi (Petugas medis, petugas
paramedic, serta petugas non medis)
L. Asuhan
Keperawatan
1. Pengkajian
·
Ukuran pupil mengecil
·
Pemakaina kacamata
·
Pengelihatan ganda
·
Sakit pada mata (Glaukoma dan Katarak)
·
Mata kemerahan permintaan untuk
membacakan kalimat
·
Ketergantungan dalam melakukan aktivitas
·
Kesulitan untuk memasukkan benang
kedalam jarum
2. Diagnosa
keperawatan
·
Gangguan persepsi sensori : Pengelihatan
·
Resiko cedera : Jatuh
·
Gangguan mobilitas fisik
·
Gangguan pemenuhan kebutuhan sehari-hari
·
Kecemasan
3. Intervensi
keperawatan
·
Kaji oenyebab adanya gangguan
pengelihatan pada pasien
·
Beri waktu lebih lama untuk memfokuskan
sesuatu
·
Kolaborasi untuk pemberian alat bantu
pengelihatan seperti kaca mata
·
Berikan penerangan yang cukup
·
Hindari cahaya yang menyilaukan
·
Periksa kesehatan mata secara berkala
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perkembangan adalah serangkaian
perubahan progresif yang terjadi akibat proses kematangan dan pengalaman,
perkembngan berarti perubahan kualitatif ini berarti perkembangan bukan sekedar perubahan beberapa centimeter
tinggi badan seseorang atau peningkatan kemampuan seseorang melainkan suatu
proses integrasi dan banyak stuktur dan fungsi yang komplek.
Lanjut usia merupakan periode di
mana seorang individu telah mencapai kemasakan dalam proses kehidupan, serta
telah menunjukan kemunduran fungsi organ tubuh sejalan dengan waktu, tahapan
ini dapat mulai dari usia 60 tahun sampai meninggal.
B. Saran
Banyak lansia yang masih potensial
serta memiliki energi dan semangat untuk berprestasi. Beberapa tokoh mencapai
puncak prestasi dalam karirnya justru ketika dia lansia, baik tokoh politisi,
ilmuan, dosen, pengusaha, ulama, seniman dll. Segala potensi yang dimiliki oleh
lansia bisa dijaga, dipelihara, dirawat dan dipertahankan bahkan
diaktualisasikan untuk mencapai kualitas hidup lansia yang optimal.
Daftar Pustaka
Nugroho,Wahyudi.2008.keperawatan Gerontik Dan Geriatrik.Jakarta:EGC
Maryam,Siti,dkk.2012.Mengenal Usia Lanjut Dan Perawatannya.Jakarta:Salemba
Medika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar